Lamongan - Berawal dari mimpi bertemu seorang kakek yang memintanya memelihara seekor ular sanca,
seorang warga Kecamatan Sugio, Lamongan menemukan ular sanca sepanjang kurang lebih 3 meter. Tempat itu diyakini warga dulunya sebagai tempat pemujaan ke leluhur.
Sang penemu ular, Marto, warga Desa Kedungbulu Kecamatan Sugio, Lamongan, mengatakan, dalam mimpi tersebut sang kakek memberitahu jika ular yang akan dirawat oleh marto tersebut adalah jelmaan seeorang putri. Kini, ular yang ditemukan oleh Marto tersebut menjadi tontonan warga.
"Saya didatangi seorang kakek yang meminta agar saya mau merawat seekor ular," kata Marto kepada wartawan, Sabtu (14/5/2011).
Marto mengungkapkan, dirinya menemukan ular sanca kembang berukuran kurang lebih 3 meter di atas pohon sekitar lokasi yang dulu digunakan sebagai tempat pemujaan leluhur warga setempat.
Sebelum mengambil ular dari atas pohon, Marto yang kini telah berusia 60 tahun
seorang warga Kecamatan Sugio, Lamongan menemukan ular sanca sepanjang kurang lebih 3 meter. Tempat itu diyakini warga dulunya sebagai tempat pemujaan ke leluhur.Sang penemu ular, Marto, warga Desa Kedungbulu Kecamatan Sugio, Lamongan, mengatakan, dalam mimpi tersebut sang kakek memberitahu jika ular yang akan dirawat oleh marto tersebut adalah jelmaan seeorang putri. Kini, ular yang ditemukan oleh Marto tersebut menjadi tontonan warga.
"Saya didatangi seorang kakek yang meminta agar saya mau merawat seekor ular," kata Marto kepada wartawan, Sabtu (14/5/2011).
Marto mengungkapkan, dirinya menemukan ular sanca kembang berukuran kurang lebih 3 meter di atas pohon sekitar lokasi yang dulu digunakan sebagai tempat pemujaan leluhur warga setempat.
Sebelum mengambil ular dari atas pohon, Marto yang kini telah berusia 60 tahun




