Minggu, 1 April 2012 | 16:09
MALANG - Sejarawan Universitas British Columbia, Kanada, Earl Drake, yang pernah menjabat Duta
Besar Kanada di Indonesia menggugah pemerhati sejarah nasional dengan menyodorkan kembali sejumlah tanda tanya yang luput dipahami orang.
Besar Kanada di Indonesia menggugah pemerhati sejarah nasional dengan menyodorkan kembali sejumlah tanda tanya yang luput dipahami orang.Ia mempertanyakan, bagaimana Gajah Mada yang jelas rakyat kasta jelata bisa membuat keputusan-keputusan penting pada zamannya di Kerajaan Majapahit, seperti Perang Bubat yang menyakitkan masyarakat Sunda hingga kini, sampai ekspedisi internasional mencapai Afrika Selatan. Padahal, Gajah Mada sebagai patih harus tunduk tanpa syarat berada di tengah-tengah zaman di mana raja dipahami sebagai dewa absolut.
Earl Drake menyodorkan gagasan, kemunculan dan peran Gajah Mada dan perjalanan sejarah masa itu tak lain karena tindakan pengatur peran sebenarnya, yakni Gayatri Rajapatni. Sosok perempuan yang diyakini




